Powered by Blogger.

Awas...!!! Hati - Hati Dengan Lisanmu

بسم الله الرحمن الرحيم
Ada sebuah pepatah dalam bahasa arab yang berbunyi :
(سلامة الإنسان في حفظ اللسان(
Artinya : Keselamatan manusia itu terletak pada penjagaan terhadap lisannya.
            Manusia tidak akan celaka – insya alloh – kalau dia pandai menjaga lisannya dari berkata yang bisa menyakiti hati orang, karna ketika orang tersinggung dengan perkataan kita, bisa saja orang tersebut mencelakakan kita. Makanya disni kita dianjurkan untuk menjaga lisan kita dari perkataan buruk.
            Ada pula sebuah kisah pada zaman dahulu yang menceritakan tentang seorang tuan dan budaknya, saat itu sang tuan ingin memakan daging kambing, maka disuruhlah budak tersebut untuk menyembelih seekor kambing, dan dia melakukannya.

Hakikat Cinta Yang Sesungguhnya

Cinta...

            Cinta itu bisa datang dan pergi, tapi lebih sering datang dari pada pergi. Entah itu salah atau benar, tapi menurut saya itu benar. Jangan tanya kenapa..! itu pertanyaan yang sulit untuk dijawab. Atau mungkin bisa dijawab, dan jawabannya sangat simpel...(karna itu yang mungkin kita rasakan saat ini). Hehe...yap, dia selalu datang begitu saja, berbeda saat dia pergi, kadang kita harus mengerahkan seluruh kemampuan kita agar dia pergi. Bukan karna tidak suka, hanya karna kita tidak ingin larut dalam buayannya.
            Banyak orang yang tidak sadar bahwa dia telah tunduk pada cinta, yang seharusnya cintalah yang harus tinduk pada kita. Kita yang mengendalikan cinta, bukan cinta yang mengendalikan cinta. Mungkin kita semua pernah mendengar kalimat “cinta itu buta”, dan itu bisa jadi benar adanya. Oleh karnanya,

Kiat-Kiat Agar Terhindar Dari Maksiat

Disini saya akan menuliskan kiat-kiat Agar Terhindar Dari Maksiat yang saca ambil dari salah satu grup whatsapp yang saya ikuti.
Diantaranya adalah :

1 Selalu merasa diawasi oleh Alloh ta'ata.
Kalau didepan makhluk malu untuk mengerjakan dosa dan maksiat, maka sepatutnya lebih malu untuk melakukannya di hadapan Alloh.

2. Takut adzab Alloh.

3. Sering mengingat kematian, karena hidup di dunia hanyalah batu loncatan menuju akhirat.

4. Tidak berangan-angan panjang, karena angan-angan panjang biasanya akan menjadikanmu lalai dan lupa akan kehidupan yang abadi.

5. Menjaga pandangan, karena jika pandangan ini terjaga, maka hatipun akan terjaga.

Inilah beberapa kiat yang bisa diterapkan agar terhindar dari jeratan dosa dan maksiat, semoga bermanfaat.

Wallohu a'lam bishshowab.

Ayo, Belajar Di Pesantren Part 2


Kalo kita mau bandingkan, berapa banyak pengalaman yang bisa kita dapatkan di pesantren daripada di sekolah biasa, mungkin kalkulator atau alat hitung lainnya pasti akan mengalami masalah hingga nge-hang lalu error, bahkan bisa saja alat tersebut mengeluarkan asap karna ada salah satu komponen dalam yang terbakar, atau apalah...kira-kira begitulah gambarannya. Sekali lagi, yang saya maksudkan pesantren disini adalah pesantren modern yang juga terdapat didalamnya sekolah atau pelajaran umum seperti yang anak-anak sekolahan secara umum geluti. Bukan bermaksud mengesampingkan pesantren yang sudah khal layak ramai ketahui, tentu disana juga banyak sekali manfaat yang bisa kita ambil, dan hal itu tidak diragukan lagi. Hanya saja saya ingin mengingatkan kita semua bahwa betapa pentingnya kita merasakan kedua elemen penting tersebut yang bisa menjaga keseimbangan hidup, yaitu pesantren dan sekolah, ilmu ukhrowi dan ilmu duniawi, sehingga kita bisa tau cara bagaimana kita selamat menuju akhirat pun kita tau bagaimana cara hidup di dunia yang juga merupakan unsur penting untuk menuju kehidupan akhirat. Kembali ke perbandingan... Bagaimana tidak, di sekolah biasa kita hanya merasakan atmosfer kebersamaan, entah itu belajar atau bermain minimal 5-8 jam, sedangkan di pesantren bisa sampai 15-18 jam bahkan lebih. Itulah contoh kecil perbandingannya, karna masih banyak sekali contoh-contoh yang lainnya. Canda tawa, senda gurau, tangisan, konflik, pertengkaran, pelanggaran, kasus, hukuman, nasihat, kemarahan, omelan, kritikan, saran, sakit hati, belajar hal baru mulai dari bahasa, kebudayaan, sifat dasar manusia dari berbagai macam tempat, dan hal-hal lainnya yang menghiasi kehidupan para santri, dan hal itulah yang membuat siswa/santri mendapatkan dan mempelajari sesuatu yang belum diketahui sebelumnya dan tidak mungkin bisa ditemukan disemua tempat belajar. Sungguh indah.... Walaupun sebenarnya saya enggan untuk membuat perbandingan seperti ini, karena disetiap perbandingan pasti akan muncul pro dan kontra, dan itu hal yang tidak bisa dihindari, hanya saja mungkin dengan cara seperti ini bisa membuat orang-orang lebih menghargai pesantren bahkan menyadari betapa besarnya peran pesantren dalam mempertahankan agama bahkan negara, sehingga akan banyak yang bisa ambil bagian dalam mempertahankan agama dan negara di pesantren dengan belajar didalamnya. Untuk menghadapi era globalisasi kita perlu punya fondasi kehidupan yang kuat dengan menanamkan pancang ilmu agama dan ilmu dunia, karna kalau fondasinya lemah dengan hanya menggunakan fondasi ilmu dunia, maka saat membangun kehidupan pasti akan terjadi keretakan kehidupan kemudian roboh tak bersisa, yang terlihat hanya puing-puing penyesalan yang berserakan dimana-mana.



Cinta

Cinta... Cinta itu bisa datang dan pergi, tapi lebih sering datang dari pada pergi. Entah itu salah atau benar, tapi menurut saya itu benar. Jangan tanya kenapa..! itu pertanyaan yang sulit untuk dijawab. Atau mungkin bisa dijawab, dan jawabannya sangat simpel...(karna itu yang mungkin kita rasakan saat ini). Hehe...yap, dia selalu datang begitu saja, berbeda saat dia pergi, kadang kita harus mengerahkan seluruh kemampuan kita agar dia pergi. Bukan karna tidak suka, hanya karna kita tidak ingin larut dalam buayannya. Banyak orang yang tidak sadar bahwa dia telah tunduk pada cinta, yang seharusnya cintalah yang harus tinduk pada kita. Kita yang mengendalikan cinta, bukan cinta yang mengendalikan cinta. Mungkin kita semua pernah mendengar kalimat “cinta itu buta”, dan itu bisa jadi benar adanya. Oleh karnanya, ketika kita tau kalau cinta itu buta, kita yang harus bisa mengendalikan cinta supaya kita tidak dibutakan olehnya. Berbeda dengan orang yang dikendalikan oleh cinta, dia akan mengikuti apapun yang diinginkan cinta, saat cinta buta, maka dia pun ikut buta sehingga tidak bisa membedakan mana cinta yang seharusnya diperjuangkan dan mana yang tidak. Kita tidak tau apakah cinta yang kita rasakan ini harus diperjuangkan atau tidak, tapi saya ingin mengikuti kata hati saya,.. “cinta ini harus diperjuangkan” eh, bukan...” saya harus berjuang ‘untuk cinta yang harus diperjuangkan’ ”. Ok, biar saya perjelas....ehmm.., banyak orang yang salah kaprah tentang ‘cinta yang harus diperjuangkan’, sebelum kita memperjuangkan cinta, kita harus lebih dulu tau tentang ‘hakikat cinta’ itu apa, agar kita tau cinta mana yang harus diperjuangkan. Setiap orang pasti punya pendapat sendiri tentang makna cinta, dan sejarah mencatat bahwa manusia tidak pernah satu suara terntang maknanya walaupun maksudnya sama. Bahkan para penyair yang kesehariannya menumpahkan tintanya untuk menuliskan kata-kata cinta bersepakat untuk tidak bersepakat dalam pemaknaan cinta. Cinta dalam bahasa arab berarti الحُبُّ (Al Hubb) konon kata tersebut diambil dari kata الحَبُّ (Al Habb) bentuk jamak dari kata الحَبَّة (Al Habbah) yang bermakna “biji tumbuhan” atau asal atau pusat sesuatu, dan hati merupakan asal atau pusat yang penting bagi manusia dan disanalah cinta bersemayam. Sedangkan menurut Ibnul Qoyyim rohimhulloh cinta adalah kecondongan hati terhadap sesuatu yang ia sukai dan berkeinginan untuk menjadi suatu tersebut atau menirunya dalam segala hal, dan menafikan semua rasa cinta didalam hati kecuali cintanya pada sesuatu tersebut. Dan satu hal yang harus kita perhatikan, mencintai sesuatu harus dilandasi dengan pemahaman terhadap rambu-rambu yang sudah ditetapkan juga kita harus tau kepada siapa dan kapan kita mencintai. Oleh karnanya, cinta yang hakiki adalah cinta yang berpangkal manis didunia, dan berujung manis di akhirat. Cinta yang membuat kehidupan didunia penuh dengan kebahagiaan, serta membawa keselamatan di akhirat. Tentunya cinta yang sesuai dengan tuntunan syar’i, yang tidak hanya bahagia didunia namun di akhirat sengsara. Maka inilah cinta yang harus diperjuangkan. Sebab banyak sekali orang yang terbuai dengan kebahagiaan karna cinta yang semu, berpacaran dengan dalih mengenal satu sama lain agar kelak saat menikah sudah mengenal satu sama lain dan tau kelebihan dan kekurangan masing-masing supaya tercipta cinta yang hakiki. Tidak ada cinta yang hakiki saat berpacaran, melainkan yang ada hanyalah cinta syahwati. Bermesraan sebelum menikah itu cinta syahwati, bermesraan setelah menikah itu cinta hakiki. Bersabar untuk sesuatu yang lebih indah itu yang utama, tanpa tergesa-gesa yang akhirnya sengsara. Jika kita mencintai seseorang maka bersabarlah, hingga tiba saatnya moment yang tepat untuk mengkhitbah. Jangan takut akan kehilangan, karna jika alloh sudah menetapkan kita hidup bersamanya maka akan jadilah. Kalaupun kita ditakdirkan tidak bersama, maka yakinlah alloh akan menggantikannya dengan yang lebih baik untuk kita, karna disaat kita berfikir bahwa cinta kita bertepuk sebelah tangan, maka yakinlah akan ada tangan yang lain yang melengkapi tangan kita untuk mendapatkan tepukan yang sangat keras dan meriah. Dan harus kita camkan pula, مَنْ يَزْرَعْ يَحْصُدْ kita akan menuai apa yang kita tanam, dan tentu itu sesuai dengan yang kita tanam, karna إِنَّ الجَزَاءَ مِنْ جِنْسِ العَمَلِ kita akan mendapatkan ganjaran sesuai dengan apa yang kita perbuat. Wallohu a’lam

Ayo, belajar di pesantren...

Apaaaa.....PESANTREN ????????? Hahaha.....mendingan ga sekolah dari pada masuk pesantren.......iiiiiiiiih. Mau jadi apa nanti kalo udah lulus, paling-paling jadi marbot mesjid atau lebih dikenal dengan james bond (penjaga masjid dan kebond)....ato paling banter jadi ustadz....ouch, engga..engga....jangan sampe deh. Terus, kalo temen-temen tau saya masuk pesantren....iiididih...oh tidaaaak. Kira-kira begitu lah salah satu reaksi anak-anak usia sekolah khususnya, kalau disuruh masuk pesantren, entah itu disuruh orang tua, ataupun diajak teman seperjuangan masa SD atau SMP. Kebanyakan anak-anak sekolah (dari dulu hingga sekarang) bahkan para orang tua seakan-akan mereka punya penyakit pesantrenphobia, kayaknya kalau denger kata pesantren tuh,... gimanaaa gitu,...malu lah kalau-kalau nantinya ditanya temen, atau masa depannya gimana kalu belajar dipesantren, dll. Tapi alhamdulillah para orang tua dewasa ini banyak yang sudah menyadari betapa pentingnya belajar agama, dan mereka menemukan senjata yang ampuh agar terhindah dari bahaya pergaulan bebas yang marak terjadi dikalangan pemuda umumnya, khususnya pelajar, maka dari itu pesantren lah salah satu solusi untuk terhindar dari semua itu insyaalloh. Maaf dek, kami mau nanya... Iya silahkan bu, pak... Kalau nih ya...kalau anak kami nantinya masuk pesantren, pelajaran umumnya gimana tuh, kayak biologi, matematika, sosiologi, dll, atau apa cukup cuma belajar agama tanpa belajar itu semua buat masa depan anak kami? Oke bu,pak,.. kita cari titik permasalahannya sekarang...kalau denger kalimat pesantren kesannya belajar agamaaa terus, ga ada belajar yang lainnya. Karna, Pesantren berdasarkan mafhum (pemahaman) kolot baheula yaitu tempat belajar agama, belajar kitab kuning, ngafal al-quran, dll (pokoknya pelajaran-pelajaran tentang agama). Tapi sekarang ini, banyak sekali pesanten-pesantren yang mengajarkan ilmu-ilmu agama, cara membaca kitab, dll, disamping itu ada juga pelajaran-pelajaran umum yang dipelajari. Jadi, ibu jangan kuatir anak ibu tidak merasakan atmosfer belajar ilmu-ilmu umum. Begitu ya dek, kalau gitu ibu mau masukin anak ibu ke pesantren aja, selain terhindar dari bahaya pergaulan bebas, bisa belajar ilmu agama, plus pelajaran-pelajaran umum juga dapet, banyak sekali ya manfaat belajar di pesantren. Bersambung...

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS