بسم الله الرحمن
الرحيم
Ada sebuah pepatah dalam bahasa arab
yang berbunyi :
(سلامة
الإنسان في حفظ اللسان(
Artinya : Keselamatan manusia itu
terletak pada penjagaan terhadap lisannya.
Manusia
tidak akan celaka – insya alloh – kalau dia pandai menjaga lisannya dari
berkata yang bisa menyakiti hati orang, karna ketika orang tersinggung dengan
perkataan kita, bisa saja orang tersebut mencelakakan kita. Makanya disni kita
dianjurkan untuk menjaga lisan kita dari perkataan buruk.
Ada
pula sebuah kisah pada zaman dahulu yang menceritakan tentang seorang tuan dan budaknya, saat itu sang tuan ingin memakan daging kambing, maka disuruhlah budak tersebut untuk menyembelih seekor kambing, dan dia melakukannya.
Saat budak tersebut selesai mengerjakan tugasnya, maka dipanggillah dia oleh tuannya
dan berkata : budakku, saya ingin bagian yang paling baik pada kambing itu,
maka pergilah budak tersebut, lalu kembali dengan membawa lidah kambing.
Kemudian dia berkata lagi : kalau begitu, ambilkan saya bagian yang buruk pada
kambing itu, dan budak tersebut membawakan lidah pula. Maka ia bertanya :
mengapa kamu membawakan saya lidah saat saya memintamu untuk membawakan bagian
yang bagus pada kambing, juga bagian buruknya? Maka budak tersebut pun menjawab
: kalau lidah (lisan) digunakan untuk suatu yang baik, maka akan baiklah dia,
begitupun sebaliknya. Mendengar jawaban seperti itu sang tuan pun kaget
sekaligus kagum dengan budaknya. Maka selepas itu, dia memerdekakan budaknya tersebut.
Kisah
tersebut menjelaskan pada kita bahwa lisan itu tergantung kita menggunakannya,
apabila kita gunakan untuk suatu yang baik maka akhir kitapun akan baik, begitu
pula sebaliknya.
Dan
disini saya akan sedikit berbagi tentang – entah itu kebetulan atau memang ada
hubungannya wallahu a’lam – kesamaan nama dan akibatnya.
1.
Lidah dalam bahasa sunda
(halus) adalah ilat.
2.
Ilat adalah
sejenis tumbuhan liar yang tumbuh dihutan mempunyai daun panjang yang tajam dan
bias menyayat kulit.
3.
Ilat dalam bahasa
arab artinya penyakit ( huruf illah/illat :ا و ي )
Kesamaan dari ketiganya adalah sama-sama melukai kalau
kita tidak berhati-hati, sedangkan untuk huruf illat selalu dibuang pada
waktu-waktu tertentu, contohnya ketika ada dua huruf yang berdekatan dan
keduanya tidak berharokat (harokatnya sukun) :
-
قُوْلْ
=> قلْ
Pada saat membuat fiil amr (kata perintah) dari fiil
mudhori (kata kerja sekarang/yang akan datang) yang majzum (pelajaran bahasa arab).
Wallohu a’lam.
Mudah-mudahan bermanfaat, kalu ada tulisan atau susunan kata yang salah,
bahkan tidak jelas maksudnya, saya mohon maaf.
Share this on your favourite network





0 comments:
Post a Comment