Powered by Blogger.
Home » » Cinta

Cinta

Cinta... Cinta itu bisa datang dan pergi, tapi lebih sering datang dari pada pergi. Entah itu salah atau benar, tapi menurut saya itu benar. Jangan tanya kenapa..! itu pertanyaan yang sulit untuk dijawab. Atau mungkin bisa dijawab, dan jawabannya sangat simpel...(karna itu yang mungkin kita rasakan saat ini). Hehe...yap, dia selalu datang begitu saja, berbeda saat dia pergi, kadang kita harus mengerahkan seluruh kemampuan kita agar dia pergi. Bukan karna tidak suka, hanya karna kita tidak ingin larut dalam buayannya. Banyak orang yang tidak sadar bahwa dia telah tunduk pada cinta, yang seharusnya cintalah yang harus tinduk pada kita. Kita yang mengendalikan cinta, bukan cinta yang mengendalikan cinta. Mungkin kita semua pernah mendengar kalimat “cinta itu buta”, dan itu bisa jadi benar adanya. Oleh karnanya, ketika kita tau kalau cinta itu buta, kita yang harus bisa mengendalikan cinta supaya kita tidak dibutakan olehnya. Berbeda dengan orang yang dikendalikan oleh cinta, dia akan mengikuti apapun yang diinginkan cinta, saat cinta buta, maka dia pun ikut buta sehingga tidak bisa membedakan mana cinta yang seharusnya diperjuangkan dan mana yang tidak. Kita tidak tau apakah cinta yang kita rasakan ini harus diperjuangkan atau tidak, tapi saya ingin mengikuti kata hati saya,.. “cinta ini harus diperjuangkan” eh, bukan...” saya harus berjuang ‘untuk cinta yang harus diperjuangkan’ ”. Ok, biar saya perjelas....ehmm.., banyak orang yang salah kaprah tentang ‘cinta yang harus diperjuangkan’, sebelum kita memperjuangkan cinta, kita harus lebih dulu tau tentang ‘hakikat cinta’ itu apa, agar kita tau cinta mana yang harus diperjuangkan. Setiap orang pasti punya pendapat sendiri tentang makna cinta, dan sejarah mencatat bahwa manusia tidak pernah satu suara terntang maknanya walaupun maksudnya sama. Bahkan para penyair yang kesehariannya menumpahkan tintanya untuk menuliskan kata-kata cinta bersepakat untuk tidak bersepakat dalam pemaknaan cinta. Cinta dalam bahasa arab berarti الحُبُّ (Al Hubb) konon kata tersebut diambil dari kata الحَبُّ (Al Habb) bentuk jamak dari kata الحَبَّة (Al Habbah) yang bermakna “biji tumbuhan” atau asal atau pusat sesuatu, dan hati merupakan asal atau pusat yang penting bagi manusia dan disanalah cinta bersemayam. Sedangkan menurut Ibnul Qoyyim rohimhulloh cinta adalah kecondongan hati terhadap sesuatu yang ia sukai dan berkeinginan untuk menjadi suatu tersebut atau menirunya dalam segala hal, dan menafikan semua rasa cinta didalam hati kecuali cintanya pada sesuatu tersebut. Dan satu hal yang harus kita perhatikan, mencintai sesuatu harus dilandasi dengan pemahaman terhadap rambu-rambu yang sudah ditetapkan juga kita harus tau kepada siapa dan kapan kita mencintai. Oleh karnanya, cinta yang hakiki adalah cinta yang berpangkal manis didunia, dan berujung manis di akhirat. Cinta yang membuat kehidupan didunia penuh dengan kebahagiaan, serta membawa keselamatan di akhirat. Tentunya cinta yang sesuai dengan tuntunan syar’i, yang tidak hanya bahagia didunia namun di akhirat sengsara. Maka inilah cinta yang harus diperjuangkan. Sebab banyak sekali orang yang terbuai dengan kebahagiaan karna cinta yang semu, berpacaran dengan dalih mengenal satu sama lain agar kelak saat menikah sudah mengenal satu sama lain dan tau kelebihan dan kekurangan masing-masing supaya tercipta cinta yang hakiki. Tidak ada cinta yang hakiki saat berpacaran, melainkan yang ada hanyalah cinta syahwati. Bermesraan sebelum menikah itu cinta syahwati, bermesraan setelah menikah itu cinta hakiki. Bersabar untuk sesuatu yang lebih indah itu yang utama, tanpa tergesa-gesa yang akhirnya sengsara. Jika kita mencintai seseorang maka bersabarlah, hingga tiba saatnya moment yang tepat untuk mengkhitbah. Jangan takut akan kehilangan, karna jika alloh sudah menetapkan kita hidup bersamanya maka akan jadilah. Kalaupun kita ditakdirkan tidak bersama, maka yakinlah alloh akan menggantikannya dengan yang lebih baik untuk kita, karna disaat kita berfikir bahwa cinta kita bertepuk sebelah tangan, maka yakinlah akan ada tangan yang lain yang melengkapi tangan kita untuk mendapatkan tepukan yang sangat keras dan meriah. Dan harus kita camkan pula, مَنْ يَزْرَعْ يَحْصُدْ kita akan menuai apa yang kita tanam, dan tentu itu sesuai dengan yang kita tanam, karna إِنَّ الجَزَاءَ مِنْ جِنْسِ العَمَلِ kita akan mendapatkan ganjaran sesuai dengan apa yang kita perbuat. Wallohu a’lam

Share this on your favourite network

0 comments:

Post a Comment

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS