Powered by Blogger.
Home » » Macam-Macam Kebutuhan Manusia

Macam-Macam Kebutuhan Manusia

Kebutuhan manusia secara kuantitas dapat dikelompokan sebagai berikut :

1. Berdasarkan sumber yang merasakan kebutuhan, dikelompokan menjadi dua, yaitu :
    
    a. Kebutuhan jasmani (al-hajat al-'udhowiyah), merupakan kebutuhan yang lebih banyak dirasakan oleh jasmani (raga) manusia. Misalnya seseorang memakai pakaian akan merasakan tubuhnya lebih hangat, ia berlindung dibawah pohon maka ia tisak akan merasakan panasnya matahari, ia makan dan minum akan merasakan hilangnya rasa lapar dan haus. Kebutuhanseperti ini merupkan suatu keharusan yang memerlukan pemenuhan segera ketika tuntutan itu datang. Dalam batas tertentu, kebutuhan ini tidak bisa ditunda-tunda karena akan menimbulkan kemudhorotan jasmani, bahkan berakibat kematian bila tidak segera dipenuhi, seperti kebutuhan akan makan dan minum.

    b. Kebutuhan naluri (hajat al-gharaiz), kebutuhan ini lebih banyak dirasakan oleh rohani (jiwa) manusia, Misalnya orang yang  beribadah, jiwanya merasa tentram, kemudian orang yang selamat dari amukan binatang buas akan mersa tenang kembali setelah hilangn rasa takutnya, lalu ketika bertemu seseorang yang dirindukan iamrasa bahagia.

Ada tiga gharizah yang butuh akan pemenuhan :
1. Gharizah at-tadayyun (naluri beragama)
2. Gharizah al-baqo" (naluri memperthankan diri)
3. Ghaizah an-nau' (kecenderungan terhadap orang lain).
Berbeda dengan hajat al-'udhowiyah, gharizah ini bilamana tidak terpenuhi dalam batas tertentu, tidak membahayakan jasmani dan tidak berakibat kematian.
Selain itu, tuntutan akan kebutuhan jasmani selalu muncul dari dalam diri manusia, seperti rasa lapar dan haus, sedangkan tuntutan akan kebutuhan gharizah setelah adanya rangsangan yang datang dari luar diri manusia.
Allloh menciptakan alam semesta sebagai rangsangan terhadap gharizah at-tadayyun guna memenuhi kebutuhannya. Dan ini semua diisyaratkan pada :
- Q.S. Adz dzariyat : 20-22
Artinya : "Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin,
dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan?

Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezkimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu".

- Q.S. Fathir : 27-28
Artinya: "Tidaklah kamu melihat bahwasannya Allah menurunkan hujan dari langit lalu kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka ragam jenisnya. Dan diantara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat. Dan demikian (pula) diantara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun".

- Q.S. Al an'am : 57-78

- Q.S. Al Waqi'ah : 57-72

Sementara gharizah an nau' khususnya berkenaan dengan jinsiyyah (lawan jenis), maka segala bentuk rangsangan yang melahirkan tuntutan pemenuhan dibatasi oleh Alloh ta'ala, seperti larangan berkholwat dan ikhtilath (Q.S. Al Isra : 32) “Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk", perintah menutup aurat (Q.S. An-nur : 30-31) ", dan menahan / menundukan pandangan (Q.S. Al Ahzab : 59).

2. Berdasarkan tingkat kepentingan, kebutuhan dikelompokan menjadi tiga, yaitu :
  a. Kebutuhan Primer (al hajat al asasiyyah)
 Merupakan kebutuhan yang senantiasa harus dipenuhi (kebutuhan dasar). Makan, minum, pakaian, dan rumah merupakan kebutuhan dasar manusia, baik miskin maupun kaya.
 b. Kebutuhan sekunder (al hajat al kamaliyyah)
 Merupakan kebutuhan pelengkap. Seorang yang telah memiliki rumah dan mempunyai taraf kehidupan yang baik akan membeli barang elektronik seperti televisi dan kulkas. Kegiatan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sekunder.
 c. Kebutuhan tersier (tahsinat)
 Merupakan kebutuhan yang sangat mewah (lux). Seperti mobil mewah, perhiasan yang mahal. Kebutuhan tersier ini hanya dapat dipenuhi oleh orang berpenghasilan tinggi. Karna barang-barang dirumahnya telah lengkap.

Dalam menyikapi kebutuhan, islam memberikan solusi yaitu adanya keseimbangan antara kebutuhan material dan kebutuhan etika manusia, atau antara kebutuhan jasmani (hajat al 'udhowiyyah) dan kebutuhan rohani (hajat gharizah). Sehingga dalam memenuhi kebutuhannya, selalu memperhatikan hal-hal yang memang dianggap perlu, dengan mengutamakan kebutuhan primer dari kebutuhan-kebutuhan sekunder.


Peran dan kewajiban negara atau pemerintah dalam memenuhi kebutuhan ini adalah memberikan kemudahan bagi setiap anggota masyarakat agar sedapat mungkin memenuhi kebutuhan primernya, disamping memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk memenuhi kebutuhan sekunder dan tersier sesuai dengan kemampuannya. Dengan prinsip tidak berlebihan dan bermewah-mewah menurut hawa nafsu, karena yang demikian berarti mengikuti langkah-langkah syetan (Q.S. Al Baqoroh : 168), (Q.S. Al An'am : 141-142), (Q.S. An Nisa : 31). 

Share this on your favourite network

0 comments:

Post a Comment

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS