Wahyu secara bahasa adalah Pemberitaan secara tersembunyi, bisa juga bermakna petunjuk, bisikan, tulisan, dan ilham. Sedangkan pengertiannya secara istilah adalah kalam (perkataan) Allah ta’ala kepada para nabi atau rasul dengan cara-cara tertentu. Jenis-jenis wahyu Secara umum wahyu terbagi menjadi tiga bagian :
1. Taklim (penyampaian dengan perkataan) Yaitu wahyu yang Alloh sampaikan kepada para nabi melalui perkataan, melalui perantara malaikat jibril seperti diturunkannya al quran kepada nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wasallam, atau tanpa perantara malaikat jibril seperti pembicaraan langsung Allah dengan nabi Musa ‘alaihissalam.
2. Mimpi yang benar dan nyata untuk para nabi. Dan hal tersebut termasuk dalam kategori wahyu, seperti yang dialami oleh nabi Ibrahim ‘alaihissalam saat beliau bermimpi akan menyembelih anaknya nabi Ismail ‘alaihissalam yang termaktub dalam al quran surat ash shaffat ayat 102, Alloh ta’ala berfirman :
102. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku Termasuk orang-orang yang sabar".
Dan seperti yang terjadi pada Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam mendekati waktu diturunkannya al quran kepadanya, sebagaimana telah diriwayatkan dari Aisyah radiyallahu ‘anha didalam shahihain bahwasanya beliau berkata : (أول ما بدئ به رسول الله صلى الله عليه وسلم من الوحي الرؤيا الصادقة في النوم فكان لا يرى رؤيا إلا جاءت مثل فلق الصبح...الحديث) متفق عليه
Artinya : Pertama kali dimulainya wahyu diturunkan kepada nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wasallama adalah mimpi yang nyata dan benar, dan beliau tidak melihat pemandangan kecuali seperti falaq ishbah ( ibnu abbas menafsirkannya dengan cahaya matahari disiang hari, dan cahaya bulan dimalam hari). **
Adapun mimpi yamg nyata yang dialami manusia biasa selain para nabi bukan merupakan wahyu melainkan hanya mubasysyirot atau hanya kabar gembira saja.
3. Ilham Yaitu dengan memasukan makna wahyu kedalam hati dalam keadaan terjaga (bangun), dan ilham para nabi adalah wahyu, karena mereka ma’shum atau terjaga dan terlindungi dari bisikan setan dari kesesatan. Adapun ilham yang turun kepada selain para nabi itu bukan wahyu.
Keadaan Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam saat diturunkan wahyu kepadanya Ada dua cara bagaimana malaikat jibril menyampaikan wahyu kepada rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallama, diantaranya adalah :
1. Jibril mendatangi rasulullah dengan wujud manusia, dan orang-orang yang hadir bisa melihatnya dan mendengar perkataannya.
2. Malaikat jibril datang kepada rasullullah seperti gemerincing lonceng, dan tidak ada seorang pun yang melihatnya, dan rasulullah pun mengerang disebabkan beratnya wahyu yang turun kepadanya sampai-sampai rasulullah bercucuran keringat padahal pada waktu itu udaranya sangat dingin. Dan keadaan ini lebih berat daripada keadaan yang pertama.
Sumber : Diktat al quran wa 'ulumuhu
Share this on your favourite network




0 comments:
Post a Comment