Powered by Blogger.
Home » » Ayo, Belajar Di Pesantren Part 2

Ayo, Belajar Di Pesantren Part 2


Kalo kita mau bandingkan, berapa banyak pengalaman yang bisa kita dapatkan di pesantren daripada di sekolah biasa, mungkin kalkulator atau alat hitung lainnya pasti akan mengalami masalah hingga nge-hang lalu error, bahkan bisa saja alat tersebut mengeluarkan asap karna ada salah satu komponen dalam yang terbakar, atau apalah...kira-kira begitulah gambarannya. Sekali lagi, yang saya maksudkan pesantren disini adalah pesantren modern yang juga terdapat didalamnya sekolah atau pelajaran umum seperti yang anak-anak sekolahan secara umum geluti. Bukan bermaksud mengesampingkan pesantren yang sudah khal layak ramai ketahui, tentu disana juga banyak sekali manfaat yang bisa kita ambil, dan hal itu tidak diragukan lagi. Hanya saja saya ingin mengingatkan kita semua bahwa betapa pentingnya kita merasakan kedua elemen penting tersebut yang bisa menjaga keseimbangan hidup, yaitu pesantren dan sekolah, ilmu ukhrowi dan ilmu duniawi, sehingga kita bisa tau cara bagaimana kita selamat menuju akhirat pun kita tau bagaimana cara hidup di dunia yang juga merupakan unsur penting untuk menuju kehidupan akhirat. Kembali ke perbandingan... Bagaimana tidak, di sekolah biasa kita hanya merasakan atmosfer kebersamaan, entah itu belajar atau bermain minimal 5-8 jam, sedangkan di pesantren bisa sampai 15-18 jam bahkan lebih. Itulah contoh kecil perbandingannya, karna masih banyak sekali contoh-contoh yang lainnya. Canda tawa, senda gurau, tangisan, konflik, pertengkaran, pelanggaran, kasus, hukuman, nasihat, kemarahan, omelan, kritikan, saran, sakit hati, belajar hal baru mulai dari bahasa, kebudayaan, sifat dasar manusia dari berbagai macam tempat, dan hal-hal lainnya yang menghiasi kehidupan para santri, dan hal itulah yang membuat siswa/santri mendapatkan dan mempelajari sesuatu yang belum diketahui sebelumnya dan tidak mungkin bisa ditemukan disemua tempat belajar. Sungguh indah.... Walaupun sebenarnya saya enggan untuk membuat perbandingan seperti ini, karena disetiap perbandingan pasti akan muncul pro dan kontra, dan itu hal yang tidak bisa dihindari, hanya saja mungkin dengan cara seperti ini bisa membuat orang-orang lebih menghargai pesantren bahkan menyadari betapa besarnya peran pesantren dalam mempertahankan agama bahkan negara, sehingga akan banyak yang bisa ambil bagian dalam mempertahankan agama dan negara di pesantren dengan belajar didalamnya. Untuk menghadapi era globalisasi kita perlu punya fondasi kehidupan yang kuat dengan menanamkan pancang ilmu agama dan ilmu dunia, karna kalau fondasinya lemah dengan hanya menggunakan fondasi ilmu dunia, maka saat membangun kehidupan pasti akan terjadi keretakan kehidupan kemudian roboh tak bersisa, yang terlihat hanya puing-puing penyesalan yang berserakan dimana-mana.



Share this on your favourite network

0 comments:

Post a Comment

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS