Powered by Blogger.
Home » » Sejarah ilmu-ilmu al quran dan perkembangannya

Sejarah ilmu-ilmu al quran dan perkembangannya

ILMU-ILMU AL-QURAN, KEMUNCULAN, DAN PERKEMBANGANNYA Al Quran adalah mu’jizat allah yang abadi yang diturunkan kepada nabi muhammad shollallahu alahi wasallam untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan kedalam cahaya yang terang benderang, dan menunjukan kepada mereka jalan yang lurus. Dan rasulullah shallallahu alahi wasallam telah menyampaikannya kepada para sahabatnya – rodhiyallahu anhum – dan mereka adalah orang-orang arab tulen, sehingga dengan otomatis mereka faham benar makna al quran (karna al quran diturunkan dengan bahasa arab.,-pen). Dan apabila mereka menemukan ayat al quran kurang jelas bagi mereka maknanya dan perlu penafsiran, maka mereka bertanya langsung kepada rasulullah shallallahu alaihi wasallam, dan beliau menafsirkan ayat tersebut. Para sahabat – radhiyallahu anhum – tidak hanya membacanya saja, akan tetapi mereka mentadaburi makna-maknanya, mempelajari hukum-hukum yang ada didalamnya, menghafalnya, dan menafsirkannya, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dan mereka tidak melampaui sepuluh ayat dalam membacanya kecuali setelah memahami dan mengamalkannya. Dan setelah meluasnya penaklukan, maka para sahabatpun menyebar ke negara-negara atau tempat-tempat yang ditaklukan untuk mengajari penduduknya isi kandungan al quran dan hukum-hukum yang terdapat didalamnya, dan ilmu-ilmunya semisal asbabunnuzul, annasikh wal mansukh,dll. (penjelasannya di postingan berikutnya insyaallah). Ada tiga sahabat yang banyak meriwayatkan (mengajarkan) ilmu tafsir yang masing-masing mereka membuat madrasah yang khusus membahas ilmu ini, hingga banyak orang-orang dari kalangan tabiin (generasi setelah para sahabat) yang belajar di madrasah-madarasah tersebut, ketiga sahabat itu adalah : 1. Abdulllah bin Abbas – radhiyallahu anhu – di Mekah. 2. Ubay bin Kaab – radhiyallohu anhu - di Madinah. 3. Abdullah bin Mas’ud – radhiyallahu anhu – di Kufah (sekarang Irak) pen. Dan pengajaran ilmu ini dilakukan terus menerus dengan cara periwayatan (guru mengajarkan langsung kepada muridnya) sampai ilmu ini dibukukan pada abad kedua hijriah dengan dimulainya pembukuan oleh para tabiin dan orang-orang setelah mereka dibarengi dengan dibukukannya ilmu-ilmu lain seperti ilmu qiroat, asbabunnuzul, ghorib al quran, annasikh wal mansukh, musykil al quran wa i’jazihi, dll. Kemudian terbukalah pintu pembukuan, hingga banyak sekali buku-buku yang membahas tentang ilmu-ilmu al quran. Diantara buku-buku tersebut adalah : Al burhan fi ulum al quran karangan azzarkasyi (w 794 H), Al itqon fi ulum al quran karangan Assuyuthi (w 911 H). Dan buku-buku tersebut merupakan induk dari buku-buku yang di karang setelahnya dengan bahasa dan penyampaian yang lebih mudah dan praktis, diantaranya adalah : Manahil al irfan fi ulum al quran karangan azzarqoniy (w 1367 H), dan Mabahits fi ulum al quran karangan dr. Shubhi Ashsholih, dan Mabahits fi uum al quran karangan dr. Manna’ Al qoththon dll.

Share this on your favourite network

0 comments:

Post a Comment

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS