Entah dari mana kekuatan ini muncul. Pertanyaan besar yang
muncul beberapa hari ke belakang hingga saat ini.
Sebuah gambaran klise yang muncul dengan frame yang tampak
indah dapat saya tangkap sesaat setelah melakuakan observasi terhadap
pertanyaan yang muncul tadi.
Aaah…saya yakin jawabannya ada di gambar itu. Saya coba untuk
menelusuri gambar tersebut, meneliti dan mengamati hingga tampak jelas namun
sedikit kabur. Namun saya berusaha untuk memperjelas gambarannya, dan akhirnya
setelah saya menerobos istana pikiran saya, saya dapati gambaran tadi tepat 30
cm di depan mata saya.
Gambaran antusias, animo tinggi, semangat juang, pantang
menyerah, orientasi masa depan gemilang, cinta ilmu, langkah-langkah menuju surga,
respect, serta kompetisi untuk menjadi yang terbaik terpampang nyata di sebuah
frame minimalis namun fleksibel dengan design paling mutakhir.
Namun saya fikir ini adalah potongan-potongan puzzle yang
masih harus disusun.
Hmm….sangat mudah, permainan anak-anak. Sekali lihat, saya
bisa solving semua piecesnya. Tidak perlu mengenal center, corner, edge, tidak
perlu membuat cross, tidak perlu mencari empty slot untuk menyelesaikan first
two layers, tidak harus menghafal algoritma, tidak harus menghafal 57 kasus
saat di tahap orientation last layer dan 27 kasus di tahap penyelesaian
permutation last layer seperti saat solving rubik cube.
Saya biarkan intuisi saya yang bertindak….
Saya mulai menyusun puzzlenya potongan demi potongan hingga
akhirnya selesai dan, ahh…
Kenapa saya harus mempermasalahkan kekuatan yang muncul itu?
Jawabanya, karna
memang harus….
Dengan keadaan yang tidak biasa, fase semangat terendah yang
dirasakan karna factor eksternal yang menyerang, sehingga kadang kebanyakan
orang akan berfikir lebih baik untuk men-charge semangat dan memulihkannya, daripada
harus keluar dan menghabiskan stamina dan malah memperburuk keadaan. Ingat, dalam
kasus ini saya mendapat kekuatan.
Aneh, tapi sebenarnya tidak sama sekali.
To be continued…
Labels:
Sanubari






