Turunnya Al quran secara berangsur-angsur
Pertama kalinya al quran diturunkan kepada nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wasallam pada malam qodar (lailatul qodar) di bulan romadhon, Alloh ta’ala berfirman didalam surat al qodr ayat 1 :
((إنا أنزلناه في ليلة القدر))
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan[1593]”.
[1593] Malam kemuliaan dikenal dalam bahasa Indonesia dengan malam Lailatul Qadr Yaitu suatu malam yang penuh kemuliaan, kebesaran, karena pada malam itu permulaan turunnya Al Quran. Dan firman Alloh ta’ala didalam surat addukhon ayat 3 :
((إنا أنزلناه في ليلة مباركة إنا كنا منذرين))
“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi[1369] dan Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan”.
[1369] Malam yang diberkahi ialah malam Al Quran pertama kali diturunkan. di Indonesia umumnya dianggap jatuh pada tanggal 17 Ramadhan.
Juga firman alloh ta’ala didalam surat al baqoroh ayat 185 :
((شهر رمضان الذي أنزل فيه القرآن هدى للناس وبينات من الهدى والفرقان))
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)”.
Kemudian setelah itu turunlah al quran secara berangsur-angsur dan terus menerus berdasarkan kejadian-kejadian dan kebutuhan manusia, dan itu terjadi selama kurang lebih 23 tahun (13 tahun di Mekah dan 10 tahun di Madinah) Alloh ta’ala berfirman dalam surat al isro ayat 106 :
((وقرآنا فرقناه لتقرأه على مكث ونزلناه تنزيلا))
“Dan Al Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian”.
Dan yang menjadi perantara diturunkannya al quran dari Alloh ta’ala kepada rasulullah adalah jibril salah satu dari malaikat-malaikat yang mendekatkan diri kepada alloh ta’ala dan yang mulia, Alloh ta’ala berfirman didalam surat asy syu’aro ayat 192-193 :
((وإنه لتنزيل رب العالمين * نزل به الروح الأمين))
“Dan Sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, Dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril)”.
Hikmah diturunkannya al quran secara berangsur-angsur
1. Menguatkan hati rasulullah, sehingga disaat kerasnya siksaan orang-orang musyrik kepadanya, maka turunlah alquran kepadanya dan hilanglah kegalauan dan kegundahan hatinya – alaihishsholatu wassalam-, Alloh ta’ala berfirman didalam surat al furqon ayat 32 :
((وقال الذين كفروا لولا نزل عليه القرآن جملة واحدة كذلك لنثبت به فؤادك ورتلناه ترتيلا))
“Berkatalah orang-orang yang kafir: "Mengapa Al Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?"; demikianlah[1066] supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil (teratur dan benar)”.
[1066] Maksudnya: Al Quran itu tidak diturunkan sekaligus, tetapi diturunkan secara berangsur-angsur agar dengan cara demikian hati Nabi Muhammad s.a.w menjadi kuat dan tetap.
2. Mempermudah dalam memahami, membaca dan menghafalnya, dan memahami makna-maknanya dan mengamalkannya karena rasulullah membacakannya kepada para sahabat sedikit demi sedikit, Alloh ta’ala berfirman didalam surat al isro ayat 106 :
((وقرآنا فرقناه لتقرأه على مكث ونزلناه تنزيلا))
“Dan Al Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian”.
3. Memperkuat keinginan untuk menerima al quran yang Alloh turunkan dan mengamalkannya, karena orang-orang akan berharap dan menantikan turun ayat yang berikutnya, terlebih saat ada kebutuhan mendesak seperti pada ayat al ifk (surat an nur ayat 11 sampai 30).
4. Pensyariatan secara gradasi (bertahap) sampai pada fase (tingkatan) yang sempurna seperti pada ayat-ayat pengharaman khomer dan yang lainnya, dan pembinaan orang-orang muslim dan penguatan iman mereka secara bertahap disebabkan mereka baru memeluk agama islam disaat-saat diturunkannya al quran.