Al quran secara bahasa adalah bentuk masdar yang sama artinya dengan kalimat al qiroah yang artinya membaca. Sebagaimana
disebutkan dalam firman Allah ta’ala :
إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ * فَإِذَا قَرَأْنَاهُ
فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ
Artinya : "Sesungguhnya kami yang akan mengumpulkannya
(didadamu) dan membacakannya. Apabila kami telah selesai membacakannya maka
ikutilah bacaannya itu".
Dan dia (al quran) juga adalah bentuk masdar yang berarti isim maf’ul (maqruu’) yang berarti yang dibaca.
Sedangkan maknanya secara istilah adalah perkataan Allah
ta’ala yang diturunkan kepada nabi Muhammad sallalluhu ‘alahi wasallam, yang
bacaannya bernilai ibadah, yang diawali dengan surat Alfatihah dan diakhiri
dengan surat Annas.
Dan Allah ta’ala menjaga sendiri al quran yang agung ini
dari perubahan, penambahan, pengurangan ayat ataupun surat, bahkan satu ayat
pun tidak akan terjadi. Allah ta’ala berfirman :
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
Artinya : "Sesungguhnya kamilah yang menurunkan al quran, dan
pasti kami pula yang memeliharanya".
Oleh karena itu, walaupun sudah berabad-abad berlalu, tidak
ada seorang pun musuh-musuh Allah yang mampu merubah isi al quran atau menambah
atau menguranginya, karena Allah sendiri yang mencegah mereka untuk melakukan
hal terrsebut.
PERBEDAAN ANTARA AL QURAN DENGAN HADITS QUDSI
Hadits qudsi adalah hadits yang disandarkan langsung kepada
Allah ta’ala, contohnya:
قال النبي صلى الله عليه وسلم : قال تعالى : كذا وكذا…
(Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : Alloh ta'ala berfirman : ini dan ini...)
Para ulama telah menjelaskan perbedaan-perbedaan antara al
quran dengan hadits qudsi, diantaranya adalah :
1. Allah ta’ala menantang orang-orang musyrik untuk membuat
semisal al quran atau sepuluh surat atau satu surat dan mereka tidak sanggup,
adapun hadits qudsi tidak ada tantangan dari Allah untuk orang-orang musyrik
untuk membuat hadits qudsi.
2. Al quran diriwayatkan secara mutawatir, dan dia qoth’iyyu
tsubut (tidak diragukan lagi kebenarannya), adapun hadits qudsi tidak
diriwayatkan secara mutawatir dan kebanyakan haditsnya hadits ahad.
3. Al quran apabila dibaca maka bernilai ibadah dan solat tidak
sah tanpa ada bacaan al quran, adapun hadits qudsi maka tidak dibaca didalam
solat. Dan pahala membaca al quran lebih besar dari pada pahala membaca hadits
qudsi.
4. Al quran tidak disentuh kecuali oleh orang-orang yang suci
(orang-orang yang sudah berwudhu), dan orang yang junub dilarang membacanya,
adapun hadits qudsi diperbolehkan disentuh orang yang sudah berwudhu atau
tidak, dan orang yang junub boleh membacanya.
NAMA-NAMA AL QURAN
Al quran mempunyai banyak nama, diantaranya adalah :
1. Al furqon, seperti yang termaktub didalam surat al furqon
ayat 1
2. Al kitab, seperti yang termaktub didalam surat al baqoroh
ayat 2
3. Adz dzikru, seperti yang termaktub didalam surat al hijr
ayat 9
4. Al quran, seperti yang termaktub didalam surat yusuf aayat 3
Alloh juga memberikan sifat-sifat yang banyak untuknya,
diantaranya adalah :
Nur, Huda, Basyir, Mubarok, Majid, Mubin, Hakim, Aziz, dll.
Sumber : Diterjemahkan dari diktat ulumul quran wa tafsiruhu
Share this on your favourite network




0 comments:
Post a Comment